Thursday, May 30, 2013
Tuesday, May 28, 2013
6 KUNCI MENDAPAT KETENANGN HATI
12:48 PM
0 comments
Sahabatku ada 6 tips mudah untuk mendapatkan ketenangan hati semoga bermanfaat :
1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki..
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat..
3. Jangan mengingat penyesalan yg tdk pantas di sesali di masa lalu,
hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan
jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih
baik..
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu..
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu.maka pergunakan waktu dengan baik..
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka,Ingatlah ALLAH,ALLAH pun akan ingat pada kita.
Monday, May 27, 2013
Sunday, May 26, 2013
Nasehat Bagi Orang Bijak
4:14 AM
0 comments
Orang Bijak adalah orang yang menyadari kesalahannya, berani mengakuinya, mau memperbaikinya dan mau belajar darinya.
BAGAIMANA MENANGANI MATA YANG TERKENA GAS AIR MATA.
2:27 AM
0 comments
EFEK GAS AIR MATA, DAN BAGAIMANA CARA MENANGGULANGINYA.
Gas air mata tentunya tidak hanya bisa menyebabkan seseorang terkena iritasi pada mata dan system pernapasan tapi juga bisa mengakibatkan seseorang menjadi pingsan, sebagai akibat dari terganggunya system pernapasan.
Walaupun gas air mata dianggap tidak berbahaya, namun, efek yang ditimbulkan masih terus berbekas untuk waktu yang cukup lama, terutama pada saluran pernapasan, pencernaan, dan sistem peredaran darah. Selain itu, efek susulan yang akan timbul berupa rasa mual, mulas, dan diare. Dalam jangka waktu panjang saluran pencernaan menjadi amat rentan dan lebih sensitif
Seringkali saat akan terkena gas air mata, A kita2 diminta untuk mengusapkan A odol di sekitar area mata, maksud sebenarnya dari pemberian odol sebelum terkena gas air mata adalah agar mata jadi terbiasa dulu dan tidak kaget lagi seandainya di tengah demo jadi chaos & bertebaran gas-gas airmata.
kalau kena gas airmata A mata jadi perih, jika sebelumnya sudah diberikan odol saat terkena gas airmata mata tidak terlalu perih.
Bagaimana cara Pertolongan Pertama saat terkena Gas Air Mata.
Sebenarnya Cara paling jitu adalah menghindarinya. Jika Anda tahu akan terkena serangan gas air mata, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar akibat dahsyatnya paling tidak bisa dikurangi.
Seperti halnya kaum buruh di Paris, Anda sebaiknya senantiasa membawa bekal air dan handuk untuk menangkal serangan gas air mata. Dengan membasahi handuk dengan air bersih, lalu menempelkannya di mata yang terkena gas air mata (yang perlu diingat, Jangan pernah Handuk tersebut di gosokkan ke daerah mata, tetapi di tempelkan saja di daerah mata, dan lebih baik membawa beberapa handuk atau kain agar dapat segera diredakan efek dari gas air mata).
Anda juga dianjurkan mengenakan pakaian yang tertutup untuk mengurangi kemungkinan kulit bersentuhan secara langsung dengan butiran kristal gas air mata. Bila perlu Anda bisa memakai sarung tangan dan cadar, agar lebih aman lagi. Atau, Anda dapat pula mengenakan peralatan perlindungan aTeargas Maska yang didesain dengan penyaring udara sehingga Anda bisa bernapas lebih leluasa meski ada aserangana gas air mata
SEMOGA BERMANFAAT.
Sumber:
Gas air mata tentunya tidak hanya bisa menyebabkan seseorang terkena iritasi pada mata dan system pernapasan tapi juga bisa mengakibatkan seseorang menjadi pingsan, sebagai akibat dari terganggunya system pernapasan.
Walaupun gas air mata dianggap tidak berbahaya, namun, efek yang ditimbulkan masih terus berbekas untuk waktu yang cukup lama, terutama pada saluran pernapasan, pencernaan, dan sistem peredaran darah. Selain itu, efek susulan yang akan timbul berupa rasa mual, mulas, dan diare. Dalam jangka waktu panjang saluran pencernaan menjadi amat rentan dan lebih sensitif
Seringkali saat akan terkena gas air mata, A kita2 diminta untuk mengusapkan A odol di sekitar area mata, maksud sebenarnya dari pemberian odol sebelum terkena gas air mata adalah agar mata jadi terbiasa dulu dan tidak kaget lagi seandainya di tengah demo jadi chaos & bertebaran gas-gas airmata.
kalau kena gas airmata A mata jadi perih, jika sebelumnya sudah diberikan odol saat terkena gas airmata mata tidak terlalu perih.
Bagaimana cara Pertolongan Pertama saat terkena Gas Air Mata.
Sebenarnya Cara paling jitu adalah menghindarinya. Jika Anda tahu akan terkena serangan gas air mata, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar akibat dahsyatnya paling tidak bisa dikurangi.
Seperti halnya kaum buruh di Paris, Anda sebaiknya senantiasa membawa bekal air dan handuk untuk menangkal serangan gas air mata. Dengan membasahi handuk dengan air bersih, lalu menempelkannya di mata yang terkena gas air mata (yang perlu diingat, Jangan pernah Handuk tersebut di gosokkan ke daerah mata, tetapi di tempelkan saja di daerah mata, dan lebih baik membawa beberapa handuk atau kain agar dapat segera diredakan efek dari gas air mata).
Anda juga dianjurkan mengenakan pakaian yang tertutup untuk mengurangi kemungkinan kulit bersentuhan secara langsung dengan butiran kristal gas air mata. Bila perlu Anda bisa memakai sarung tangan dan cadar, agar lebih aman lagi. Atau, Anda dapat pula mengenakan peralatan perlindungan aTeargas Maska yang didesain dengan penyaring udara sehingga Anda bisa bernapas lebih leluasa meski ada aserangana gas air mata
SEMOGA BERMANFAAT.
Sumber:
CARA MEMBUAT SMOKE BOMB DAN GAS AIR MATA"SEKELAS YG BNERAN LHO"
2:11 AM
5 comments
Tujuan penulisan ini adalah untuk tujuan pembelajaran dan mungkin bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat misalnya bagi anda yang sering berpergian dan untuk bela diri.
Untuk membuat smoke grenade berkekuatan gas air mata mini, kita memerlukan bahan-bahan sebagai berikut:
BAHAN:
1. Bola pingpong satu buah
2. Alumunium foil rokok (bisa pakai alumunium foil yang buat masak)
3. Cabe rawit secukupnya
4. Sedotan
ALAT:
1. Gunting
2. Korek
LANGKAH-LANGKAH
- Belah dan potong kecil-kecil bola pingpong usahakan jangan tajam-tajam
- Gunting cabai lengkap dengan bijinya
- Selanjutnya Ramuan Diatas Disebut Inti Granat
- Masukan Inti Granat kedalam Alumunium Foil dan bungkus membentuk bawang, sisakan sedikit lubang untuk keluar asap. kasih sedotan biar asapnya bisa keluar.
- Selesai
CARA PEMAKAIAN
Panaskan bagian bawah alumunium foil yang berbentuk bawang sampai panas dan berasap, (pake feeling) setelah itu lempar. Wuzzz.. dijamin asepnya manstab(plastik pingpong) dan bikin mata beler(cabe) + ga bisa napes(obat nyamuk)
alternatif lain biar cepet, tempelkan kapas pada bagian bawah bom lalu lumuri minyak tanah setelah sulut bisa langsung di lempar . Berguna kalo ada anak2 kecil berisik di depan rumah atau ketika dikejar anjing galak,. bisa teler tu anjingnya hehehehe
happy share. ^_^
Refrensi : http://sumbangilmu.blogspot.com/2011/09/cara-membuat-smoke-bomb-dan-gas-air.html
Saturday, May 25, 2013
Makna Kegagalan.......!!!
10:05 AM
0 comments
Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan, karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.
Thursday, May 23, 2013
Peduli Sekaligus beramal........!!!
4:21 AM
0 comments
Mereka
tidak butuh sedekah dari anda, tapi mereka hanya butuh dagangan mereka
dibeli. Sobat, jika anda bertemu pedagang asongan seperti ini bantulah
mereka dengan membeli dagangan mereka meskipun kita tidak terlalu
membutuhkan. Yakinlah, mereka berusaha untuk tidak menjadi peminta dan
pengemis tapi mereka berusaha untuk keluarga mereka...
Berikan uang anda untuk mereka juga ...
Ketika anda duduk di bus, mungkin anda lebih iba kepada pengemis yang
meminta2, daripada seorang yang membagikan kacang2an dari tempat2 duduk
bus untuk dimintai pembelian seharga Rp.1000,00. Padahal harusnya kita
lebih menghargai orang2 yang usaha dalam mencari rizki yang halal
daripada orang2 yang gemar meminta2..
Cobalah untuk membelinya, walaupun anda tidak terlalu suka, tp
niatkanlah sedekah sekaligus menyenangkan penjual tsb atas usaha yang
dia lakukan,,
Tuesday, May 14, 2013
''ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...!!
4:04 PM
0 comments
1.Jika anakmu BERBOHONG,itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.2
2.Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI,itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT
3.Jika anakmu KURANG BERBICARA,itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA
4.Jika anakmu MENCURI,itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.
5.Jika anakmu PENGECUT,itu karena engkau selalu MEMBELANYA.
6.Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.
7.Jika anakmu MARAH,itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.
8.Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.
9.Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN,itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.
10.Jika anakmu LEMAH,itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.
11.Jika anakmu CEMBURU,itu karena engkau MENELANTARKANNYA.
12.Jika anakmu MENGANGGUMU,itu karena engkau KURANG MENCIUM& MEMELUKNYA
13.Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU,itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.
14.Jika anakmu TERTUTUP,itu karena engkau TERLALU SIBUK.
Saturday, May 11, 2013
10 CARA CERDAS MENDIDIK ANAK
11:29 AM
0 comments
Sebagai seorang wanita karir yang selalu sibuk dengan rutinitas kerja
yang padat. Membuat waktu kita sangat terbatas untuk anak kita.
Padahal inginnya kita bisa terus menerus dekat dengan si buah hati.
tapi kira-kira bisa ngga ya waktu kita yang terbatas itu menjadi
berkualitas ? dan … mungkin ngga ya kita bisa menjadi orantua yang
efektif ?
Menurut psikolog selama kita bisa memanfaatkan waktu , orang tua yang sibuk pasti tetap bisa membesarkan anaknya dengan baik. Karena belum tentu juga anak yang orangtuanya mempunyai seratus persen waktu di rumah, bisa memiliki kualitas fisik, jiwa dan psikologis yang lebih baik dibandingkan anak yang orangtuanya banyak waktunya habis di tempat kerja. Karena tumbuh kembang anak tidak bergantung pada lama waktu alias kuantitas orang tua bersama anaknya. Tetapi lebih kepada kualitasnya.
Ibu yang setiap hari di rumah, tapi tidak terlalu care pada tumbuh kembang anaknya, misalnya ibu asyik menonton televisi sendiri, sementara anaknya dibiarkan bermain sendiri tanpa bimbingan darinya. Tidak akan sebanding dengan ibu yang bekerja namun memanfaatkan waktunya yang terbatas secara maksimal untuk mengikuti dan membimbing tumbuh kembang anaknya.
Siapapun pasti ingin bisa menjadi orang tua yang baik. Dan untuk menjadi orang tua memang butuh belajar. Namun sayangnya, sekolah untuk menjadi orang tua belum ada. Bagaimana sebaiknya memanfaatkan waktu menjadi orang tua dengan efektif ? berikut tipsnya.
Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk maju ke panggung, sementara dia belum siap. Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan mentalnya, namun yang bertarung mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri. Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa terbebani dan stress.
Waktu serta tenaga yang anda berikan pun terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda tentu harus dekat dengan mereka. Dan menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak sedang bermasalah, berikan rasa empati dan perhatian. Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin dia kembali ceria. Jika karakter anak anda tertutup jangan paksa dia untuk segera to the point menceritakan masalahnya.
Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski sibuk, jadilah pendengar yang aktif.
Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat lagi.
Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal. Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh sangat besar kepada anak.
Karena merasa diperhatikan dan disayang. Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang. Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap kesempatan.
Referensi : http://udugudug.wordpress.com/didik-yu/
Menurut psikolog selama kita bisa memanfaatkan waktu , orang tua yang sibuk pasti tetap bisa membesarkan anaknya dengan baik. Karena belum tentu juga anak yang orangtuanya mempunyai seratus persen waktu di rumah, bisa memiliki kualitas fisik, jiwa dan psikologis yang lebih baik dibandingkan anak yang orangtuanya banyak waktunya habis di tempat kerja. Karena tumbuh kembang anak tidak bergantung pada lama waktu alias kuantitas orang tua bersama anaknya. Tetapi lebih kepada kualitasnya.
Ibu yang setiap hari di rumah, tapi tidak terlalu care pada tumbuh kembang anaknya, misalnya ibu asyik menonton televisi sendiri, sementara anaknya dibiarkan bermain sendiri tanpa bimbingan darinya. Tidak akan sebanding dengan ibu yang bekerja namun memanfaatkan waktunya yang terbatas secara maksimal untuk mengikuti dan membimbing tumbuh kembang anaknya.
Siapapun pasti ingin bisa menjadi orang tua yang baik. Dan untuk menjadi orang tua memang butuh belajar. Namun sayangnya, sekolah untuk menjadi orang tua belum ada. Bagaimana sebaiknya memanfaatkan waktu menjadi orang tua dengan efektif ? berikut tipsnya.
1. Dekati anak, pahami karakternya
Orangtua yang baik berusaha memahami karakter anaknya. Ada anak yang sejak awal menunjukan karakter pemalu, periang. Introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya perlakukan mereka sesuai dengan karakternya, dan jangan memaksakan anak untuk menjalani karakter lain. Atau memaksanya melakukan sesuatu yang dia belum merasa siap.Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk maju ke panggung, sementara dia belum siap. Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan mentalnya, namun yang bertarung mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri. Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa terbebani dan stress.
Waktu serta tenaga yang anda berikan pun terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda tentu harus dekat dengan mereka. Dan menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak sedang bermasalah, berikan rasa empati dan perhatian. Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin dia kembali ceria. Jika karakter anak anda tertutup jangan paksa dia untuk segera to the point menceritakan masalahnya.
Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski sibuk, jadilah pendengar yang aktif.
Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat lagi.
2. POSITIVE PARENTING
Terapkan positive parenting yaitu menghargai setiap perilaku baik anak sebanyak-banyaknya dan usahakan untk menghukumnya sesedikit mungkin. Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung dimarahi. Tapi gali alasan dia melakukannya, serta ajak dia berpikir apakah itu baik atau tidak. Bersikaplah tenang, karena pada dasarnya setiap perilaku anak adalah proses menemukan jatidiri atau identitas dirinya. Dengan cara ini, anak mengerti dan anda bebas stress. Anak usia satu sampai dua tahun adalah usia yang segala perilakunya msaih bersifat eksplorasi. Maka berikanlah kesempatan itu, karena ini sangat bermanfaat untuk perkembangan otaknya.3. LIBATKAN DAN AJAK DISKUSI
Ingin anak yang pemberani dan punya sifat memimpin ? libatkan dalam diskusi keluarga, dengarkan dan hargai pendapatnya. Lakukan itu sejak dia kecil, agar ingatan itu tertancap di memorinya. Diskusikan banyak hal dengannya mulai dari memilih makanan, baju, berwisata ke mana, sampai sekolahnya sendiri. Hal ini penting untuk membentuk rasa percaya dirinya. Dengan kebiasaan ini, anak juga akan terbiasa dengan penyelesaian masalah secara demokratis. Mulailah melibatkan mereka ke dalam tugas-tugas rumah tangga sehari-hari, tentunya dengan menyesuaikan dengan usianya mereka. Anak biasanya akan merasa senang, jika ia merasa dibutuhkan oleh orang lain dan berguna bagi orang lain.4. MANFAATKAN SETIAP KESEMPATAN
Jika anda adalah orangtua bekerja, maka pintar-pintarlah mempergunakan kesempatan terbatas untuk berkomunikasi dengan anak anda seefektif mungkin. Sambil bercanda, usahakan mendapatkan pembicaaan yang ‘berisi’. Misalnya, ajaklah anak mengobrol dengan santai tentang berbagai hal ketika anda mengantar dia ke sekolah. Gunakan juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif ketika anda menemani dia menonton televise. Mengajak diskusi selalu bisa diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang unik danmungkin bikin dia geli. Missal.” Nak, kenapa ya manusia itu kadang-kadang sakit? Apa kuman itu juga bisa sakit ya ?”5. SEDIAKAN WAKTU KHUSUS
Meluangkan waktu khusus untuk berdua dengan anak merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan ikatan batin antara anda dan anak. Manfaatkan kesempatan berdua untuk memahami dan mendekatkan diri dengan anak. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut mulai dari saat membangunkan atau mengantarkannya tidur, bermain bersama, menonton televisi bersama, pergi bersama ke tempat-tempat menarik, dan banyak lagi. Usahakan setiap hari ada waktu khusus untuk setiap anak. Akan lebih baik jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama keluarga.6. TEGAKKAN DISIPLIN
Jika anak sedari kecil dibiasakan untuk disiplin, maka dia akan menjadi pribadi yang teratur setelah dewasa. Terapkan mulai dari hal-hal yang kecil. gosok gigi, cuci kaki, merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, sangat baik untuk membiasakan hidup mereka lebih teratur setelah dewasa. Terapkan disiplin secara konsisten. Jika anak melalaikannya, tidak ada salahnya anda memberikan sanski. Tak perlu sambil marah-marah, malah bagus jika anda dan anak melakukannya sambil tertawa. Berikan sanksi yang bersifat mendidik, misalnya menyuruhnya untuk mengerjakan tugas rumah dan perlu diingat. Jangan berikan sanksi di beberapa kelalaian pertamanya. Berikan jika anak berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama.7. BERILAH CONTOH YANG BAIK
Anak adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku dan menjalankan kebiasaan. Anak usia emas (0-5 Tahun) memiliki daya ingat yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat dewasa. Dia belajar berprilaku melalui pengamatannya pada perilaku orang tuanya. Maka berperilakulah yang baik dan hindarkan kata-kata kotor, karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan merupakan modal bagi anak kita dalam berperilaku dan berucap.8. UNGKAPKAN KASIH SAYANG
Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, begitu pula sebaliknya. Namun tak jarang orang tua menganggap hal itu tak penting.Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal. Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh sangat besar kepada anak.
Karena merasa diperhatikan dan disayang. Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang. Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap kesempatan.
9. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasikan denagn jelas dan lembut. Ketika anda memberikan perintah kepada anak.Berikan perintah yang spesifik dengan kalimat yang jelas untuk menghindari kebingungannya.Stop memberikan ceramah, memarahi atau mengomeli anak dengan panjang lebar apalagi dengan teriak-teriak.Sebaliknya seringlah mengajak mereka berdiskusi. Jangan sekali-kali berbicara dengan keras dan kasar terhadap anak. Kalau anda tak ingin mereka meniru.10. SAAT MARAH, ANAK JANGAN DIJADIKAN PELAMPIASAN
Perilaku anak kadang membuat orangtua kesal dan jengkel. Apalagi kalau pekerjaan dan kekalutan di kantor di bawa kerumah. Jika anda mengalami hal ini, jangan sekali-kali menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan.Karena marah, anak menjadi objek omelan, luapan emosi atau bahakan sampai membuat kita tak menghiraukan dan memperhatikannya.Saat marah, control diri memang cenderung lebih rendah tapi jangan sekali-kali melampiaskannya kepada anak. Di depan mereka, tetaplah bersikap seperti biasa.Sempatkan waktu luang sejenak untuk berpikir dan introspeksi diri. Ambil napas panjang dan coba berpikir untuk mencari solusi terbaik bagi masalah anda.Satu hal yang penting : orang tua yang efektif juga butuh waktu untuk dirinya sendiri.Referensi : http://udugudug.wordpress.com/didik-yu/
NASEHAT NASEHAT UNTUK MENDIDIK ANAK ANTARA LAIN :
11:27 AM
0 comments
Allah berfirman :
“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka “ ( At – Tahrim : 6 )
1.Curahkanlah usahamu dalam mendidik anak yang tertua, agar dia bisa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Sesekali waktu berilah dia kesempatan untuk mengawasi keluarga, dengan harapan dia merasa memiliki tanggung jawab dan sekaligus untuk membinanya.
2.Janganlah engkau membiarkan anak-anakmu saling memasang jarak, sehingga membuatmu kesulitan untuk mengetahui pemikiran dan akhlak mereka. Dengan kedudukanmu sebagai bapak dan pendidik mereka yang pertama, engkau harus mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri mereka, sehingga engkau bisa memberikan solusi yang tepat dari kesulitan yang dihadapi.
3. Jika anak-anakmu meminta sesuatu yang belum bisa dipenuhi, maka perintahkanlah agar dia bersabar dan sampaikan pula manfaat sabar, agar dia terbiasa sabar.
4. Biasakanlah anak-anakmu menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, mencintai orang-orang miskin, menyeru kepada kebaikan, buatlah mereka lebih memprioritaskan amar ma’ruf nahi munkar.
5. Jika engkau memberikan sesuatu yang menggembirakan anak-anakmu, maka mintalah agar mereka mendoakan surga dan keselamatan dari neraka, agar mereka mengerti bahwa di sana surga yang diminta dan neraka yang harus dijauhi.
6. Buatlah dirimu dan anak-anakmu agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi semua manusia agar kita membaca, mempelajari, mengajarkan, mengagungkan, memuliakan dan mengamalkannya.
7. Jauhkanlah anak-anakmu dari pemborosan dan biasakanlah mereka hidup ekonomis. Dengan kata lain, ekonomis adalah jalan tengah antara kikir dan boros. Allah telah memerintahkan bersikap ekonomis dan melarang pemborosan serta kikir.
FirmanNya:
“ Dan, janganlah kalian jadikan tangan kalian terbelenggu pada leher kalian dan janganlah kalian terlalu mengulurkannya karena itu kalian menjadi tercela dan menyesal “ ( Al-Isra : 29)
8. Janganlah engkau membuat anak-anakmu menyukai perhiasan, kecuali sebatas yang disyariatkan dan tidak menjurus kepada gaya hidup mewah, yang akhirnya hanya akan membuang-buang waktu untuk itu setelah dia dewasa. Sebab siapa yang berlatih dengan sesuatu, maka dia akan tumbuh terbiasa dengan sesuatu itu.
9. Janganlah engkau berdoa bagi anak-anakmu kecuali berupa kebaikan dan petunjuk. Sebab doa orang tua bagi anaknya dikabulkan, dan katakanlah seperti yang dikatakan bapak kita Ibrahim AS :
“ Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat “
( Ibrahim : 39 )
10. Jangan meremehkan sikap anak-anakmu jika mereka membangkang perintahmu, kecuali mereka mengajukan alasan. Jika anakmu masih kecil janganlah memaksakan alasannya. Setelah itu tegaskan agar mereka tidak mengulanginya lagi.
11. Janganlah terlalu bersikap keras terhadap anak-anakmu, kecuali jika ada pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah . Janganlah terlalu sering memukul karena dengan tindakanmu itu berarti engkau mendidik mereka seperti itu.
12. Jika anak menghindarimu karena takut kepadamu, janganlah engkau lalai untuk tetap melindunginya.
13. Janganlah engkau banyak mengumpat dan melaknat mereka, sehingga merekapun juga terbiasa, dan akhirnya mereka menjadi rusak. Dan engkau harus memberi penjelasan secara halus tetapi tegas.
14. Janganlah engkau memberikan uang dalam jumlah yang banyak, sebab hal itu jauh lebih membahayakan dirinya daripada memberinya manfaat.
15. Anak suka menonjolkan diri diantara teman-temannya, maka engkau harus menjadikan penonjolan itu dalam urusan agama dan akhlak. Usahakan agar engkau selalu shalat berjama’ah.
16. Tunjukkan rasa kasih sayang, cinta dan perhatian terhadap urusannya, buatlah dia merasa bisa melepaskan diri dari kebodohan menuju kepintaran, dari kekanak-kanakan menuju kedewasaan, dan berikan pujian atas akhlak dan kebaikan yang dilakukannya.
17. Jangan bosan memerintah anak-anakmu kepada kebaikan dan melarang dari keburukan, berusahalah dan lakukanlah terus menerus, jangan putus asa.
Akhirnya , carilah makanan yang baik bagimu dan bagi anak-anakmu serta keluargamu, mohonlah pertolongan kepada Allah, carilah keridhaan-Nya tatkala engkau bekerja, berbaik sangkalah kepada-Nya dan berjihadlah di jalan-Nya.
Firman Allah :
“Dan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik “ (Al-Ankabut : 69 )
Wallahu a’lam bishshawab.
Refrensi dari : http://udugudug.wordpress.com/didik-yu/
“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka “ ( At – Tahrim : 6 )
1.Curahkanlah usahamu dalam mendidik anak yang tertua, agar dia bisa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Sesekali waktu berilah dia kesempatan untuk mengawasi keluarga, dengan harapan dia merasa memiliki tanggung jawab dan sekaligus untuk membinanya.
2.Janganlah engkau membiarkan anak-anakmu saling memasang jarak, sehingga membuatmu kesulitan untuk mengetahui pemikiran dan akhlak mereka. Dengan kedudukanmu sebagai bapak dan pendidik mereka yang pertama, engkau harus mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri mereka, sehingga engkau bisa memberikan solusi yang tepat dari kesulitan yang dihadapi.
3. Jika anak-anakmu meminta sesuatu yang belum bisa dipenuhi, maka perintahkanlah agar dia bersabar dan sampaikan pula manfaat sabar, agar dia terbiasa sabar.
4. Biasakanlah anak-anakmu menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, mencintai orang-orang miskin, menyeru kepada kebaikan, buatlah mereka lebih memprioritaskan amar ma’ruf nahi munkar.
5. Jika engkau memberikan sesuatu yang menggembirakan anak-anakmu, maka mintalah agar mereka mendoakan surga dan keselamatan dari neraka, agar mereka mengerti bahwa di sana surga yang diminta dan neraka yang harus dijauhi.
6. Buatlah dirimu dan anak-anakmu agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi semua manusia agar kita membaca, mempelajari, mengajarkan, mengagungkan, memuliakan dan mengamalkannya.
7. Jauhkanlah anak-anakmu dari pemborosan dan biasakanlah mereka hidup ekonomis. Dengan kata lain, ekonomis adalah jalan tengah antara kikir dan boros. Allah telah memerintahkan bersikap ekonomis dan melarang pemborosan serta kikir.
FirmanNya:
“ Dan, janganlah kalian jadikan tangan kalian terbelenggu pada leher kalian dan janganlah kalian terlalu mengulurkannya karena itu kalian menjadi tercela dan menyesal “ ( Al-Isra : 29)
8. Janganlah engkau membuat anak-anakmu menyukai perhiasan, kecuali sebatas yang disyariatkan dan tidak menjurus kepada gaya hidup mewah, yang akhirnya hanya akan membuang-buang waktu untuk itu setelah dia dewasa. Sebab siapa yang berlatih dengan sesuatu, maka dia akan tumbuh terbiasa dengan sesuatu itu.
9. Janganlah engkau berdoa bagi anak-anakmu kecuali berupa kebaikan dan petunjuk. Sebab doa orang tua bagi anaknya dikabulkan, dan katakanlah seperti yang dikatakan bapak kita Ibrahim AS :
“ Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat “
( Ibrahim : 39 )
10. Jangan meremehkan sikap anak-anakmu jika mereka membangkang perintahmu, kecuali mereka mengajukan alasan. Jika anakmu masih kecil janganlah memaksakan alasannya. Setelah itu tegaskan agar mereka tidak mengulanginya lagi.
11. Janganlah terlalu bersikap keras terhadap anak-anakmu, kecuali jika ada pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah . Janganlah terlalu sering memukul karena dengan tindakanmu itu berarti engkau mendidik mereka seperti itu.
12. Jika anak menghindarimu karena takut kepadamu, janganlah engkau lalai untuk tetap melindunginya.
13. Janganlah engkau banyak mengumpat dan melaknat mereka, sehingga merekapun juga terbiasa, dan akhirnya mereka menjadi rusak. Dan engkau harus memberi penjelasan secara halus tetapi tegas.
14. Janganlah engkau memberikan uang dalam jumlah yang banyak, sebab hal itu jauh lebih membahayakan dirinya daripada memberinya manfaat.
15. Anak suka menonjolkan diri diantara teman-temannya, maka engkau harus menjadikan penonjolan itu dalam urusan agama dan akhlak. Usahakan agar engkau selalu shalat berjama’ah.
16. Tunjukkan rasa kasih sayang, cinta dan perhatian terhadap urusannya, buatlah dia merasa bisa melepaskan diri dari kebodohan menuju kepintaran, dari kekanak-kanakan menuju kedewasaan, dan berikan pujian atas akhlak dan kebaikan yang dilakukannya.
17. Jangan bosan memerintah anak-anakmu kepada kebaikan dan melarang dari keburukan, berusahalah dan lakukanlah terus menerus, jangan putus asa.
Akhirnya , carilah makanan yang baik bagimu dan bagi anak-anakmu serta keluargamu, mohonlah pertolongan kepada Allah, carilah keridhaan-Nya tatkala engkau bekerja, berbaik sangkalah kepada-Nya dan berjihadlah di jalan-Nya.
Firman Allah :
“Dan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik “ (Al-Ankabut : 69 )
Wallahu a’lam bishshawab.
Refrensi dari : http://udugudug.wordpress.com/didik-yu/
Mendidik Anak
11:24 AM
0 comments
30 KIAT MENDIDIK ANAK
Apabila telah tampak tandatanda tamyiz pada
seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan
yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima
segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan halhal yang baik, maka
ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut
serta memperoleh pahala.
Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan halhal
buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya
juga ikut memikul dosa karenanya. Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua
dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan
pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian
dari haknya. Di antara adabadab dan kiat dalam mendidik
anak adalah sebagai berikut:
anak adalah sebagai berikut:
1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan
kanan, membaca basmalah,
memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum
yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi
makanan dan orang yang sedang makan.
2. Perintahkan ia agar tidak tergesagesa dalam
makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke
dalam mulut sebelum habis yang dimulut. Suruh ia agar berhatihati dan jangan
sampai mengotori pakaian.
3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewahmewah
dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lainlain) supaya tidak
menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu
banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk
mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya mementingkan perut saja.
4.Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain
dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu
cinta dengan yang enakenak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia
melepaskannya.
5.Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna
putih, bukan warnawarni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu
hanya untuk kaum wanita.
6.Jika ada anak lakilaki lain memakai sutera, maka
hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya
hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal hal ini
7.Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak
yang biasa bermegah megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka
bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan
berpengaruh bagi anak. Bisa jadisetelah dewasa ia memiliki akhlak buruk,
seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lainlain,
sebagai akibat pergaulan yang salah di masa
kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.
kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.
8.Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al
Qur’an dan bukubuku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan
tafsirnya, haditshadits Nabi dan juga pelajaran fikih praktis dan lainlain.
Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat nasihat yang baik, sejarah orangorang
shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan
meneladani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang
buku dan faham Asy’ariyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompokkelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliranaliran sesat yang banyak berkembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
buku dan faham Asy’ariyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompokkelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliranaliran sesat yang banyak berkembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
9.Dia harus dijauhkan dari syairsyair cinta gombal
dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan
jiwa.
10.Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan
menghafal syairsyair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan
kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.
11.Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak
mulia jangan segansegan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat
membahagiakannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan
disebarkan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya
tidak baik.
12.Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka
hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.
Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orangorang akan membenci dan
meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang
demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.
13.Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam
berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelekjelekkan atau bicara kasar, kecuali
pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat
dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anakanak bahwa jika berbuat buruk
maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.
14.Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari
karena menyebabkan rasa malas (kecuali benarbenar perlu). Sebaliknya, di malam
hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan
aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya
kondisi badan.
15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang
mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam
kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendisendi menjadi kaku karena terlalu
lama tidur dan kurang gerak.
16.Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan
sembunyisembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya
keyakinan bahwa itu tidak baik.
17.Biasakan agar anak melakukan olah raga atau
gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki
ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak
mengapa menyibukkan diri dengan kegiatan itu.
18.Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesagesa
dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan
diri.
19.Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki
orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia
bersikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya.
20.Tumbuhkan pada anak (terutama lakilaki) agar
tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan
rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi
rasa takut terhadap ular atau kalajengking.
21.Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik
temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela,
kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap
tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah
perbuatan mulia dan terhormat.
22.Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah
majelis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi
sesama muslim dan banyak menguap.
23.Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut
atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan
memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian caracara
duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.
24.Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang
bermanfaat atau dzikir kepada Allah ta’aala.
25.Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik
sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.
26.Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan
siasia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan
orangorang yang suka melakukan hal itu.
27.Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan
sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan
mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut Sebaiknya anak diberi mainan atau
hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah
selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.
29.Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka
harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan
bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika
telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah perintah.
30.Biasakan anakanak untuk bersikap taat kepada
orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih
tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin
dicegah dari bermainmain di sisi mereka (mengganggu mereka).
Demikian adab adab yang berkaitan dengan
pendidikan anak di masa tamyiz hingga masamasa menjelang baligh. Uraian di
atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak lakilaki. Walau demikian, banyak di
antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak
perempuan.
Wallahu a’lam.
Refrensi dari : http://udugudug.wordpress.com/didik-yu/
1O Kesalahan Mendidik Anak
11:20 AM
0 comments
Meskipun
banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan
tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan
menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan
anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan
anak-anaknya.
Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.
Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.
Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.
Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.
[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.
[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.
[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.
[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.
[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.
[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik


[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.
[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.
[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.
Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.
Refrensi dari : http://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/1o-kesalahan-mendidik-anak/317819510209
Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.
Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.
Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.
Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.
[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.
[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.
[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.
[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.
[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.
[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik
[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.
[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.
[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.
Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.
Refrensi dari : http://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/1o-kesalahan-mendidik-anak/317819510209










